
Tes Antibodi Virus Imunodefisiensi Kucing
Feline Immunodeficiency Virus Antibody Rapid Test merupakan kaset uji untuk mendiagnosis keberadaan antibodi Feline Immunodeficiency virus (FIV Ab) pada spesimen darah kucing.
Deskripsi
Feline Immunodeficiency Virus Antibody Rapid Test merupakan kaset uji untuk mendiagnosis keberadaan antibodi Feline Immunodeficiency virus (FIV Ab) pada spesimen darah kucing.
Waktu Pengujian: 5-10 menit
Spesimen: Serum, plasma atau darah utuh
FIV berkembang melalui tahapan yang mirip dengan HIV pada manusia. Tahap awal, atau fase akut, disertai gejala ringan seperti lesu, anoreksia, demam, dan limfadenopati. Tahap awal ini cukup singkat dan dilanjutkan dengan tahap tanpa gejala. Di sini kucing tidak menunjukkan gejala yang nyata dalam jangka waktu yang bervariasi. Beberapa kucing bertahan dalam tahap laten ini hanya selama beberapa bulan, tetapi pada beberapa kucing dapat bertahan selama bertahun-tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya tahap tanpa gejala antara lain patogenisitas virus yang menginfeksi dan subtipe FIV (A – E), usia kucing, dan paparan patogen lain. Akhirnya, kucing berkembang ke tahap akhir (dikenal sebagai tahap Feline Acquired Immune Deficiency Syndrome (FAIDS)), dimana kucing sangat rentan terhadap penyakit sekunder yang pasti menjadi penyebab kematian.
FIV dan HIV keduanya merupakan lentivirus. Namun, manusia tidak dapat tertular FIV, begitu pula kucing tidak dapat tertular HIV. FIV ditularkan terutama melalui luka gigitan yang dalam, dimana virus yang ada dalam air liur kucing yang terinfeksi memasuki jaringan tubuh kucing lain. Kucing FIV+ dapat berbagi mangkuk air, mangkuk pelet, makan dari mangkuk makanan basah yang sama, dan menggunakan kotak kotoran yang sama dengan risiko penularan penyakit yang rendah. Pemilik hewan peliharaan yang waspada dan menangani infeksi sekunder dapat membuat kucing yang terinfeksi dapat berumur panjang. Kemungkinan kucing yang terinfeksi FIV-menularkan virus ke kucing lain dalam satu rumah adalah rendah, kecuali terjadi perkelahian antar kucing, atau terdapat luka yang memungkinkan masuknya virus dari kucing yang terinfeksi ke-kucing yang tidak terinfeksi.

